Dibangun oleh Ken Budha Kusumandaru untuk Perwakilan Indonesia pada ASEAN Intergovernmental Commission on Human Rights Januari 2015 Follow @kenndaru Like my FB page https://www.facebook.com/Shangrila.TheHiddenCity

Siaran Pers: Menindaklanjuti Pernyataan AMM dalam Review TOR untuk Penguatan Fungsi Proteksi AICHR dan Persiapan Dialog HAM ASEAN-EU

Sidang Khusus AICHR Manila 2015

Menyusul pertemuan mereka dengan ASEAN Foreign Ministers Meeting (AMM), Komisi Antar-Pemerintah ASEAN untuk Hak Asasi Manusia (ASEAN Intergovernmental Commission on Human Rights atau AICHR) kembali menggelar Sidang Khusus di Manila, Filipina pada tanggal 16 – 17 September. Agenda utama dalam Sidang Khusus ini adalah untuk menindaklanjuti Tatap Muka AICHR dengan AMM, serta menyelesaikan segala tugas AICHR yang tercatat dalam Program Prioritas AICHR untuk tahun 2015.

Rafendi Djamin, Wakil Indonesia untuk AICHR, memimpin delegasi Indonesia dalam Sidang Khusus tersebut, Dalam pembahasan tindak lanjut pertemuan tatap muka AICHR degan AMM, Indonesia mendukung kesepakatan untuk mengingatkan kembali kepada AMM, langkah yang harus dijalankan AICHR terkait Review Kerangka Acuan (Terms of Reference atau TOR) AICHR.  Dalam pembahasan Kajian Tematik HAM, Indonesia mengusulkan dua aktivitas baru untuk dilangsungkan dibawah Program Prioritas AICHR tahun 2015/2016. Aktivitas tersebut yakni (1) “Studi Tematik mengenai Hak untuk Hidup” – dengan usulan fokus studi pada hukuman mati; dan, (2) “Studi Tematik mengenai Sistem Peradilan Anak di ASEAN” – dengan fokus studi mencari langkah-langkah alternatif dalam cara penahanan, serta pembuatan suatu Pedoman untuk Peradilan Anak di ASEAN. Kerangka Acuan untuk kedua usulan Indonesia tersebut mendapatkan berbagai masukan dari para Wakil AICHR – khususnya Kerangka Acuan Kajian Tematik mengenai Hak untuk Hidup. Berkenaan dengan itu, negara-negara seperti Malaysia dan Thailand kembali menyatakan kesediaannya untuk bergabung dengan Indonesia sebagai pelaksana Studi Tematik tersebut. Pada prinsipnya seluruh anggota AICHR menyepakati konsep Kajian ini. Terkait dengan Kajian Tematik Hak untuk Hidup, akan difokuskan pada perlindungan HAM pada terpidana hukuman mati. Sedangkan Kajian Tematik Peradilan Anak difokuskan pada kebijakan diversi dan penahanan alternatif.

AICHR juga membahas upaya penyelesaian dua Studi Tematik AICHR yang tengah berjalan. “Studi Tematik mengenai Migrasi dan HAM”, yang implementasinya dikoordinir oleh Indonesia, diharapkan untuk mencapai konklusinya pada akhir tahun ini. Sedangkan “Studi Tematik mengenai Hak untuk Perdamaian” yang implementasinya dibawah koordinasi Laos diharapakan dapat segera diselesaikan tahun depan, dibawah kepemimpinan mereka dalam ASEAN dan AICHR.

Atas inisiatif Indonesia, AICHR mengadakan pertemuan bilateral dengan wakil dari Senior Officials Meeting on Transnational Crime (SOMTC) dari Filipina, yang merupakan focal point SOMTC untuk isu perdagangan manusia (trafficking in persons). Pertemuan ditujukan untuk mencapai pemahaman bersama dalam persiapan penyelenggaraan “Lokakarya Gabungan AICHR-SOMTC mengenai Pendekatan Berbasiskan HAM dalam Penanganan Perdagangan Manusia, Khususnya Perempuan dan Anak-anak” – dibawah koordinasi Wakil Indonesia untuk AICHR, yang menurut rencana akan diselenggarakan pada awal November 2015 di Yogyakarta, sebelum KTT ASEAN ke-27.

AICHR juga memantapkan persiapannya untuk Dialog HAM ASEAN dan Uni Eropa, yang akan dilakukan dalam kunjungan AICHR dan beberapa organ maupun badan sektoral ASEAN terkait HAM (ACWC, ACMW dan ASEAN Secretariat) ke markas besar Uni Eropa di Brussel, Belgia. Isu-isu HAM yang menjadi perhatian kedua kawasan – seperti migrasi dan HAM, hak-hak penyandang disabilitas, hak perempuan dan anak-anak, bisnis dan HAM telah diagendakan dalam Dialog tersebut. Wakil Indonesia untuk AICHR telah dipercayai bersama dengan Ketua ACMW untuk memimpin pembahasan agenda kedua kawasan mengenai isu migrasi dan HAM. AICHR juga diagendakan untuk bertatap muka dengan Parlemen Eropa, Wakil NGO Eropa, perwakilan-perwakilan dari kelompok disabilitas, serta Kelompok Bisnis Uni Eropa.

AICHR akan kembali bertemu pada Sidang Khusus terakhir dibawah keketuaan Malaysia pada bulan November 2015 di Kuala Lumpur, Malaysia. Diharapkan beberapa aktivitas yang diprakarsai dan dikoordinir oleh Indonesia dapat segera disahkan dan segera dijalankan oleh AICHR dalam Sidang tersebut.

Facebook Posts

ASEAN Youth Art