Dibangun oleh Ken Budha Kusumandaru untuk Perwakilan Indonesia pada ASEAN Intergovernmental Commission on Human Rights Januari 2015 Follow @kenndaru Like my FB page https://www.facebook.com/Shangrila.TheHiddenCity

Siaran Pers: Mengadvokasikan Keterlibatan yang Lebih Konstruktif dengan Para Pemangku Kepentingan, dan Salam Perpisahan

Sidang Ke-19 Komisi Antar-Pemerintah ASEAN untuk HAM (AICHR)

27 – 29 November 2015

Kuala Lumpur, Malaysia

IMG 6216

Indonesia menegaskan posisinya dalam mendorong Komisi Antar-Pemerintah ASEAN untuk Hak Asasi Manusia (HAM) untuk melanjutkan keterlibatannya secara konstruktif dengan para pemangku kepentingan untuk pemajuan dan perlindungan HAM di ASEAN. Meskipun ini merupakan sidang terakhir untuk tahun ini, serta sidang perpisahan untuk sebagian besar Wakil dari Negara Anggota (termasuk dirinya sendiri), Rafendi Djamin terus berperan aktif dalam mengadvokasikan berbagai isu sebagai Perwakilan Indonesia untuk AICHR. Sebagai pimpinan Delegasi Indonesia pada Sidang ke-19 AICHR, Rafendi kembali mengusulkan beberapa aktivitas, dan juga mengajukan inisiatif baru untuk dilaksanakan oleh AICHR pada tahun 2016.

Bersama dengan Thailand, Indonesia kembali mengajukan dua (2) Studi Tematik untuk dilaksanakan – yakni Studi Tematik Hak untuk Hidup, dengan fokus pemeliharaan perlindungan terhadap hak-hak mereka yang akan menghadapi hukuman mati; dan Studi Tematik Sistem Peradilan Anak, dengan maksud untuk menciptakan suatu panduan/kerangka pada sistem peradilan anak yang dapat menjadi rujukan bagi para Negara Anggota ASEAN dalam sistem peradilan mereka. Rafendi Djamin berharap bahwa Wakil Indonesia untuk AICHR yang baru akan melanjutkan negosiasi, bekerjasama dengan Wakil Thailand, agar imeplementasi kedua Studi Tematik tersebut dapat segera dilaksanakan.

IMG 6303

Menindaklanjuti rekomendasi dari AICHR-SOMTC Joint Workshop on Human Rights-based Approach to Combat Trafficking in Persons, Especially Women and Children yang telah diselenggarakan dengan sukses di Yogyakarta, Indonesia mengajukan aktivitas baru berupa Konsulasi Tahunan AICHR mengenai Pendekatan Berbasiskan HAM dalam Implementasi ACTIP (Konvensi ASEAN untuk Mengatasi Perdagangan Manusia, Khususnya Perempuan dan Anak-Anak) serta APA (ASEAN Plan of Action). Konsultasi tersebut ditujukan untuk menyusun praktik terbaik dalam pencegahan, perlindungan dan rehabilitasi korban dari perdagangan manusia; dan juga sebagai forum untuk AICHR dan badan-badan sektoral ASEAN terkait untuk berhubungan secara konstruktif dengan Pertemuan Pejabat Tinggi ASEAN mengenai Kejahatan Transnasional (SOMTC), dan berkontribusi dalam perumusan peta jalan implementasi ACTIP dan APA. Proposal Indonesia tersebut pada prinsipnya telah mendapatkan dukungan, dan Indonesia pun mendapatkan pujian atas inisiatif dan juga atas penyelenggaraan Joint Workshop di Yogyakarta.

Senagai anggota dari screening panel, Indonesia mendorong adanya dukungan terhadap semua ajuan dari organisasi-organisasi masyarakat sipil (CSOs) untuk Hubungan Konsultatif dengan AICHR. Indonesia berpandangan bahwa berbagai kritik yang didapatkan dari para CSO dapat dijadikan motivasi bagi AICHR untuk berkembang, sehingga tidak seharusnya dijadikan dasar untuk menolak ajuan-ajuan tersebut. Hingga kini, 16 pengajuan dari para CSO untuk Hubungan Konsulatif dengan AICHR masih menunggu persetujuan dari AICHR, yang akan dilakukan secara ad-referendum pada pertengahan Desember.

IMG 6306

Hari terakhir Sidang tersebut juga menyaksikan penyerahan Keketuaan AICHR dari Malaysia kepada Lao PDR. Sebagai tanda perpisahan, Rafendi Djamin mempersembahkan suatu video penghargaan, khususnya untuk para Perwakilan yang masa jabatannya berakhir seiring dengan berakhirnya Keketuaan Malaysia. Indonesia bersama dengan para Wakil AICHR lainnya menyampaikan penghormatan serta penghargaan pada semua Wakil Negara Anggota untuk AICHR, dan khususnya pada Y.M. Tan Sri Dato’ Sri Muhammad Shafee Abdullah atas kecakapannya sebagai Ketua AICHR, and sebagai tuan rumah sidang akhir AICHR pada tahun 2015.

IMG 6308

Diharapkan pada bulan Desember 2015, atau Januari 2016, paling sedikit tujuh (7) Negara Anggota ASEAN (termasuk Indonesia) akan mengumumkan pengangkatan Perwakilannya yang baru untuk Komisi tersebut. Mendekati perampungan dua masa jabatannya sebagai Wakil Indonesia, Rafendi Djamin mengharapakan kelanjutan dari peran Indonesia dalam memimpin pemajuan dan perlindungan HAM di ASEAN melalui AICHR, oleh penerusnya yang akan datang.

*******

Facebook Posts

ASEAN Youth Art